
Makna Alfabet Dan Warna Nutri-Level, Ini Penjelasan BPOM
Makna Alfabet Di Label Informasi Gizi Pada Kemasan Makanan Kini Semakin Berkembang Untuk Membantu Konsumen Membuat Pilihan yang lebih sehat. Salah satu inovasi terbaru adalah sistem Nutri-Level, yang menggunakan kombinasi huruf (alfabet) dan warna untuk menunjukkan kualitas gizi suatu produk.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkenalkan label ini sebagai panduan sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Dengan hanya melihat sekilas, konsumen di harapkan dapat menilai apakah suatu produk tergolong sehat atau sebaiknya dibatasi.
Lalu, apa sebenarnya arti dari huruf dan warna pada Nutri-Level? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Nutri-Level?
Nutri-Level adalah sistem pelabelan gizi pada bagian depan kemasan (front-of-pack labeling) yang dirancang untuk memberikan informasi singkat mengenai kualitas nutrisi suatu produk.
Berbeda dengan tabel gizi yang rinci, Nutri-Level menyajikan ringkasan dalam bentuk:
- Huruf (A hingga E)
- Warna (hijau hingga merah)
Kombinasi ini memudahkan konsumen dalam membuat keputusan cepat saat berbelanja.
Makna Alfabet pada Nutri-Level
Dalam sistem Nutri-Level, huruf memiliki makna sebagai berikut:
A – Sangat Sehat
Produk dengan label A memiliki kualitas gizi terbaik. Biasanya rendah gula, garam, dan lemak, serta tinggi serat atau nutrisi penting lainnya.
B – Lebih Sehat
Masih tergolong pilihan yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari, meskipun tidak seoptimal kategori A.
C – Cukup
Produk dengan label C berada di tengah. Artinya, masih bisa di konsumsi, tetapi sebaiknya tidak berlebihan.
D – Kurang Sehat
Mengandung kadar gula, garam, atau lemak yang cukup tinggi. Konsumsi sebaiknya di batasi.
E – Tidak Sehat
Kategori ini menunjukkan produk dengan kandungan yang berisiko tinggi bagi kesehatan jika di konsumsi secara berlebihan.
Arti Warna pada Nutri-Level
Selain huruf, warna juga menjadi indikator penting dalam Nutri-Level:
- Hijau Tua (A): Pilihan terbaik
- Hijau Muda (B): Pilihan sehat
- Kuning (C): Konsumsi secukupnya
- Oranye (D): Batasi konsumsi
- Merah (E): Hindari jika berlebihan
Warna ini dirancang intuitif, sehingga mudah dipahami bahkan oleh anak-anak sekalipun.
Mengapa Nutri-Level Penting?
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, Nutri-Level bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan gizi dalam makanan kemasan.
Beberapa manfaat utamanya antara lain:
- Membantu Konsumen Memilih Produk Lebih Sehat
Dengan informasi sederhana, konsumen dapat langsung membandingkan produk tanpa harus membaca tabel gizi yang kompleks.
- Mendorong Pola Makan Seimbang
Label ini membantu masyarakat mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
- Menekan Risiko Penyakit Tidak Menular
Pola makan yang lebih baik dapat menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.
- Mendorong Industri Lebih Sehat
Produsen makanan terdorong untuk memperbaiki komposisi produknya agar mendapatkan label yang lebih baik.
Cara Membaca Nutri-Level dengan Benar
Agar tidak salah memahami, berikut cara sederhana membaca label Nutri-Level:
- Perhatikan huruf dan warna secara bersamaan
Huruf memberikan klasifikasi, sementara warna memperkuat visualisasi. - Bandingkan antar produk sejenis
Pilih produk dengan label yang lebih baik (misalnya B dibanding C). - Jangan hanya terpaku pada satu indikator
Tetap perhatikan porsi konsumsi dan kebutuhan tubuh. - Gunakan sebagai panduan, bukan satu-satunya acuan
Nutri-Level adalah alat bantu, bukan penentu mutlak.
Hal yang Perlu Di perhatikan
Meskipun bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu di pahami oleh konsumen:
- Produk dengan label baik tetap harus di konsumsi dalam batas wajar
- Label ini tidak menggantikan kebutuhan makanan segar seperti sayur dan buah
- Kebutuhan gizi setiap orang bisa berbeda
Dengan kata lain, Nutri-Level adalah panduan awal, bukan satu-satunya dasar dalam menentukan pola makan.
Kesimpulan
Sistem Nutri-Level merupakan langkah maju dalam membantu masyarakat memahami kualitas gizi makanan secara lebih sederhana. Dengan kombinasi alfabet dan warna, konsumen dapat dengan cepat menentukan pilihan yang lebih sehat.